Bill Gates Masuk Sorga?

Entah kapan ketika Bill koit, inilah yang terjadi ketika doski ketemu “BOSS”.
BOSS : Bill, karena kamu banyak menolong manusia dgn
microsoftmu maka sebenarnya kamu masuk sorga.
Tapi karena semua produk kamu mahal, maka kesempatannya
fifty fifty. Jadi yah kamu aja yang pilih. Silakan liat
liat kamu mau pilih sorga atau neraka. Maka Bill pun
diajak melihat lihat situasi. Ketika sampai di sorga,
terlihatlah pemandangan yang adem, sejuk, rumah rumah yang
sederhana seperti rumah rumah di dusun terpencil dan tertata
rapi, penghuninya memakai baju serba putih dan sederhana.
Kesannya sederhana nan sejuk. Dan menurut Bill memang benar
kesan paradise sama seperti di film film. Setelah itu Bill
diajak ke neraka. Alangkah kagetnya Bill ketika melihat bahwa
suasana neraka sama persis dengan suasana kota New York.
Dimana-mana orang berkendara Ferari, Diskotik yang rame serta
serba canggih. Dimana-mana ada komputer. Kesan neraka adalah
kota metropolitan yang canggih dan tidak jauh berbeda keadaan
di bumi. Tanpa pikir panjang, Bill berkata kepada Boss. “Memang
di surga adem dan tentram. Tapi terlampau sederhana dan kuno.
Tapi neraka, walau mesti hidup keras karena persis New York,
lebih bersahabat dengan ku,..” Siapa tahu aku bisa buat Microsoft
disana, pikirnya. “Aku pilih neraka saja!”, “Sudah benar Bill? Apa….”
tanya Boss. “Benar! Neraka saja!”, potong Bill tidak mau kehilangan
kesempatan. Dan BOSS pun memakluminya. “Besok kamu bisa ke neraka,
diantar Lucifer. Ok?”  Keesokan harinya, ketika BOSS sedang bersama
tamu lainnya, terdengarlah suara Bill dari neraka. “Penipu! Tak kusangka
ternyata BOSS penipu! Kok kemarin neraka seperti New York tapi sekarang
api semua? Disini api disana api tak ada apa-apa selain api… Kenapa BOSS
bisa menipu?!” Dengan sabar BOSS berkata sambil menggelengkan kepalanya,
“Bill… Bill, yang kamu liat kemarin memang baru Screen Savernya …”

Category: Refreshing diri
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.